Selasa, 25 November 2014

Interstellar

Do not go gentle into that good night. -Dylan Thomas
uniqpost.com

Setelah berbulan-bulan sibuk dengan pekerjaan sekolah, akhirnya gue bisa nonton film baru di bioskop!  Aaaah, apalagi film yang ditonton tuh film terbarunya om jauh gue alias om Christopher Nolan.  

Interstellar merupakan film sci-fi tahun 2014 yang disutradarai, diproduseri, dan ditulis oleh Christopher Nolan.  Nolan ikut menulis bersama saudaranya, Jonathan Nolan sedangkan Emma Thomas - istri Nolan - ikut membantu sang suami di bagian produser.  Interstellar dengan cepat menarik perhatian orang-orang, termasuk mereka yang bukan fans Nolan ataupun pecinta film.  Interstellar bahkan dibanding-bandingkan dengan salah satu mahakarya Stanley Kubrick yaitu 2001:  A Space Odyssey.  Movie-buffs dan Nolan seharusnya tahu bahwa hal itu merupakan suatu kehormatan besar di perfilman.  Bahkan hype Interstellar sendiri mengalahkan film Gravity, film sci-fi yang dianggap sebagai salah satu film tahun 2013 yang terbaik.  

Kalau lo belum nonton filmnya, gue sangat menyarankan lo untuk tidak baca review-nya karena itu cuma ngurangin kenikmatan lo nonton nih film.  

Di masa depan, tanah yang kita pijak tidak bisa lagi memberikan kita makanan.  Gandum dan okra tidak bisa lagi ditanam sehingga masyarakat Amerika hanya bisa mengandalkan jagung.  Tidak ada lagi tentara, ilmuwan, dan penemu, karena orang-orang lebih membutuhkan petani.  Salah satu petani itu adalah Cooper (Matthew McConaughey), seorang duda dengan dua anak.  Cooper membenci pekerjaannya, tapi menjadi petani adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.  Ia mempunyai dua orang anak, Tom (Timothee Chalamet; Casey Affleck) dan Murphy (Mackenzie Foy; Jessica Chastain).  Suatu hari, Murphy merasa bahwa kamar tidurnya dihantui.  Ia beralasan bahwa buku-buku dan pesawatnya jatuh walaupun ia tidak menjatuhkannya.  Si hantu memberi mereka pesan lain lewat sebuah anomali gravitasi.  Anomali gravitasi itu ternyata merupakan suatu koordinat tempat.  Koordinat tempat itu mengantarkan mereka pada Dr. Amelia Brand (Anne Hathaway) dan ayahnya, Professor Brand (Michael Caine).

mashable.com

I'm not sure whether Christopher and Jonathan Nolan are ordinary men or not...Can I switch my brain with one of these guys?  


What do the haters say?

Not everybody loves Nolan.  Some of his haters say that his films lack emotion, feeling, or even passion.  Well, Nolan jelas memperhatikan masalah itu karena Interstellar merupakan film Nolan yang paling emosional...so far.  Mungkin saking pengen nunjukin kalau dia masih punya emosi, Nolan sampe membahas the L word.  

Nolan, I know you want to prove that you're not a robobitch, but why the hell you have to discuss the L word?!!  

Sebenarnya, gue merasa somewhat tersentuh bagaimana film ini berusaha menunjukkan bahwa cinta itu menembus ruang dan waktu.  Tapi tokoh-tokoh di film ini lebih berfokus pada nasib seluruh umat manusia.  Itu tidak masalah jika 'cinta' yang dimaksud adalah cinta pada kehidupan atau umat manusia.  Tapi film ini lebih menekankan jenis cinta yang bersifat personal.  Sayangnya, Interstellar kurang fokus pada personal bond. Cooper mungkin memang terdorong untuk mengikuti misi Lazarus karena anaknya, tapi ketiga rekannya dan Prof. Brand terdorong karena faktor humanity, bukan personal bond.  So, pesan mengenai cinta yang bisa menembus ruang dan waktu kurang mengena bagi gue.  Moreover, it sounds so cheesy and corny.  

Some things I learn from Interstellar

Gue merasa bahwa Nolan ingin menyampaikan suatu pesan tentang hidup which is: you can not change your past.  Amelia mengatakan bahwa waktu bisa mengecil atau melebar, tapi manusia tidak bisa kembali ke masa lalu.  Cerita film ini pun juga menekankan pesan itu.  Cooper bisa melihat kembali keputusan-keputusan yang ia buat tapi pada akhirnya ia tidak bisa merubah apa yang 'sudah' terjadi kepadanya.  Dirinya dia di masa lalu tetap akan melakukan 'kesalahan' itu.  Yang ia ubah pada akhirnya bukanlah masa lalu, tapi masa depan. 
Nolan mungkin pendukung besar ekspedisi untuk ke luar angkasa, tapi Nolan tidak menutupi hal-hal negatif dari ekspedisi besar semacam itu.  Misi-misi semacam ini menghabiskan banyak uang dan tidak memberikan jaminan yang pasti dalam jangka waktu pendek.  Toh pada akhirnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memecahkan 'Plan A'.  Selain itu, ada kemungkinan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang terlibat sebenarnya memalsukan data untuk kepentingan pribadi.  I'm glad that even though Nolan is supporting outer space missions, he also shows the audience the ugly side of missions like that.  

Confusing stuffs

huffingtonpost.com

Gue bingung banget sama timetable-nya Interstellar.  Jadi Murphy udah seusia ayahnya setelah ayahnya kembali dari Planet Miller.  Tapi bagaimana mungkin usia Murphy tidak bertambah setelah ayahnya kembali dari planet Dr. Mann?  Gak mungkin perjalanan ke Planet Dr. Mann menghabiskan waktu yang sedikit.  Apakah mungkin Cooper mengalami masalah dalam dimensi waktu sehingga umur Murphy tidak berubah banyak sejak ayahnya kembali dari Planet Miller?

Gue juga bingung kenapa Cooper 'jatuh' ke rumahnya.  I mean, kenapa dia gak 'jatuh' kantornya NASA atau tempat lain?  Kalo Cooper 'jatuh' ke rumahnya, kenapa TARS (robot) gak ikut 'jatuh' ke rumahnya?  I know kalau ceritanya gak kayak gitu pasti gak bakalan seseru itu.  Apalagi menjelaskan hal-hal ini pasti membutuhkan waktu yang banyak.

The usual stuffs

Applause buat seluruh cast and crew yang bekerja buat film ini.  Untuk pemainnya, gue memberikan credit lebih ke Matthew McConaughey because he's so badass, charming, but also caring.  Matt Damon - walaupun hanya tampil sebentar - tetap berhasil membuat gue kagum.  Anyway, Hans Zimmer juga tidak gagal membuat kagum dengan musik yang ia ciptakan untuk Interstellar.  Gue paling suka Docking karena itu dapet banget ketegangannya.  Belum lagi sinematografinya Hoyte van Hoytema yang kecantikannya udah gak bisa digambarkan dengan kata-kata (whatthehellamIwriting).    

About duration

Gue sendiri agak menyayangkan durasi film ini yang cukup panjang.  Tapi apa daya?  Kalau gak background yang cukup mengenai hubungan Murphy-Cooper, pasti hubungan itu gak akan menyentuh penontonnya. 

Beberapa reviewer sepertinya kecewa dengan klimaks Interstellar yang 'tidak seru' karena lebih banyak penjelasan daripada hal-hal seru.  Tapi kalau gak dikasih penjelasan, kasihan penonton yang kagak pintar kayak gue. 

Conclusion

Sumpah, lu rugi banget kalau gak nonton nih film di bioskop.  Lu bakalan nyesel banget kalau lo nonton di film ini lewat dvd bajakan doang.  Lupakan soal budget because I personally think this is definitely a not-to-be-missed-in-cinema movie.  9,3/10

 

6 komentar:

  1. Cuma mau coba jawab 2 pertanyaan yang ditulis di confusing stuffs.
    1. Planet Miller letaknya dekat banget dengan black hole, sehingga gravitasinya berbeda dan mempengaruhi ruang-waktu yang ada, sehingga waktu beberapa jam di Planet Miller sama dengan beberapa tahun di Bumi. Sedangkan gravitasi di Planet Mann normal, jadi ga ada perbedaan waktu signifikan.
    2. Kenapa Cooper 'jatuh' ke rumahnya, ini mah kayaknya karena kepentingan film. Tp yang jelas Cooper jatuh ke ruang sendiri, yang disebut dimensi kelima (Cooper sempet melepaskan diri dari pesawat pas tertarik ke black hole), sedangkan TARS jatuh ke black hole. Sehingga informasi yang dibutuhkan untuk menyempurnakan persamaannya diambil dari TARS yang jatuh ke black hole, dan Cooper yang menyampaikan informasinya ke anaknya...

    Gitu deh kayaknya.
    Ah, I'm such a nerd. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. oalah, gitu toh. Makasih buat infonya!

      Hapus
  2. this is a very good blog. Btw, kamu harus nonton Boyhood deh, itu bagus banget filmnya walaupun plotnya biasa, ngebosenin, tapi nonton dari awal itu kayak film yang bener2 real.

    Btw mau kasih saran dong, blognya bagus, tapi lebih bagus lagi kalo ada archive nya biar bisa tau postingan/reviews yang udah kamu buat.

    keep it up and thanks in advance!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, makasih ya atas sarannya :D

      Hapus
  3. Gua sih ngerasa kerenan Gravity selain lebih simple dan tokohnya juga yang kalo gak salah 3 orang.. Interstellar sih rada rumit ngebayanginnya, namun Interstellar juga gak kalah keren terutama dari segi efeknya ya menurut saya. Review terus nih, saya jatuh cinta sama blog ini. Ditunggu postingan selanjutnya, saya udah jadi member.....hhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeee, makasih ya. Mohon maap juga karena lagi menghadapi writer's block, hiks

      Hapus